Cara Merintis Usaha Sendiri

imageJangan puas dengan pekerjaan yang anda geluti sekarang? Kenapa? Tentu anda akan menghabiskan separuh hidup menggeluti pekerjaan dengan pendapatan / gaji yang belum tentu cukup untuk kebutuhan. Karena semakin besar gaya hidup, akan semakin besar pula tuntutan income yang lebih dari kata “cukup”. Mungkin sudah saatnya Anda mencoba untuk memulai bisnis sendiri. Dari seorang karyawan menjadi seorang entreprneur.

Mempunyai usaha merupakan keinginan banyak orang. Sangat menyenangkan membesarkan usaha milik sendiri. Lalu pertanyaannya bagaimana cara memulai usaha baru dari bawah? Sebenarnyanya cara untuk memulai usaha sangatlah mudah. Yang dibutuhkan hanya dengan mempunyai impian. Karena dengan impian kita dapat menciptakan ide usaha yang luar biasa, hingga akhirnya ide usaha tersebut direalisasikan menjadi sebuah peluang usaha baru yang menguntungkan.

Modal
Modal merupakan faktor penting dalam memulai usaha sendiri. Banyak orang ingin memulai usaha, namun tak mempunyai modal sehingga tidak jalan. Modal dapat dihasilkan dari :
1. Tabungan
Modal sendiri dari hasil menabung, sebelum merintis bisnis, ada baiknya Anda menyiapkan tabungan yang cukup. Simpan gaji bulanan mulai dari sekarang dan buat catatan keuangan untuk mengelola pemasukan dan pengeluaran.
2. Investor
Mencari modal dari investor
3. Pinjaman Bank atau Jasa Keuangan lainnya
Meminjam uang dari bank dengan menggunakan anggunan
4. Patnership
Perjalanan bisnis adalah perjalanan yang penuh dengan risiko, maka carilah partner daripada harus menggunakan uang sendiri untuk Investasi. Memang jika menguntungkan hasil akan dibagi dua dengan partner tapi ini untuk meminimalisir kebangkrutan dini.
5. Kartu Kredit
Anda dapat memanfaatkan kartu kredit untuk memodali usaha anda, tentunya limit kartu kredit yang cukup dengan modal awal yang gunakan pada usaha anda. Atau anda bisa menaikkan limit kartu kredit. Gunakan modal dari kartu kredit untuk usaha yang memiliki cash flow yang lancar dengan income harian.
6. Tanpa modal
Anda juga dapat memulai bisnis tanpa modal dengan menjadi reseller (pengecer) dari suatu produk atau barang, broker/ makelar property/ makelar otomotif dan lainnya.

Selain modal awal, Anda juga harus memiliki minimal tiga bulan dari anggaran keluarga Anda dalam bank

Waktu luang
Apa yang biasanya Anda lakukan untuk menikmati waktu luang? Jika selama ini Anda kerap menghabiskan uang, ubah kebiasaan tersebut menjadi mengumpulkan lebih banyak pemasukan. Tentu saja tabungan akan semakin cepat bertambah dan Anda bisa segera memulai bisnis pribadi.

Jenis bisnis
Jangan latah memulai bisnis yang sepertinya sukses jika dijalankan. Ide usaha bisa ditentukan dari beberapa pilihan:
1. Hobby
Sebaliknya, lakukan hal yang Anda sukai agar Anda menikmatinya. Sebab jika Anda bisa menikmatinya, Anda pasti akan mampu mengembangkan bisnis dan lebih sukses dari orang lain. Mungkin hobby anda photography, atau menulis, traveling atau hobby lainnya.

2. Pengalaman.
Selain hobby, anda juga bisa menentukan jenis usaha dari pengalaman anda. Geluti Pekerjaan anda sekarang sehingga itu akan menambah pengetahuan dan pengalaman untuk anda memulai bisnis. Misalnya jika anda bekerja sebagai marketing property, mulailah bisnis dengan pengalaman anda sebagai marketing property. Ada banyak kisah pengusaha property sukses ketika memulai usahanya karena berpengalaman sebagai marketing property.

3. Peluang
Selain hobby dan pengalaman dapat juga memulai usaha baru yang belum pernah ada di pasaran sehingga terkesan unik dan menarik, atau membuka usaha yang telah banyak dipasaran namun memiliki peluang pasar yang masih besar.

4. Contek dan Modifikasi
Coba lihat sekeliling Anda apakah ada contoh usaha yang sukses yang ingin Anda pelajari? Pelajarilah bukannya mencontek sepenuhnya. Pelajari kekurangannya, pelajari juga kelebihannya. Kemudian anda dapat merumuskan modifikasi yang tepat untuk usaha contekan tersebut.

Kemampuan diri
Anda harus paham betul dengan kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Pasalnya Anda pasti akan dituntut untuk terus mengasah kelebihan dan mengatasi kekurangan demi mengembangkan bisnis. Perdalam ilmu, skill, pengetahuan dan ketrampilan pada usaha yang anda ingin lakukan. Anda dapat mengumpulkan literatur, membaca e-book atau artikel online yang berhubungan dengan usaha tersebut.

Business Plan
Besar atau kecil skala usaha anda, untuk terhindar dari faktor kerugian, anda harus merencanakan Bisnis Anda dengan menyusun konsep yang sesuai dalam sebuah business plan. Hal-hal yang tersusun dalam business plan seperti :
1. Angka Dasar
Biaya sewa toko, biaya listrik, gaji karyawan hingga biaya kertas sekalipun harus Anda ketahui jauh sebelum memulai bisnis. Jika Anda tak pernah berpikir tentang angka yang dasar seperti ini cobalah untuk berpikir ulang.
2. Mempelajari konsumen
Jenis bisnis yang dijalani berhubungan dengan minat konsumen. Anda pun harus lebih banyak belajar tentang tren dan hal yang dibutuhkan konsumen. Dengan demikian, Anda akan bisa bertahan dalam persaingan bisnis yang lain.
3. Analisis BEP
Lakukan analisis Break Event Point (BEP) untuk menentukan potensi yang ada dalam jenis usaha Anda. Setelah itu jabarkan rencana usaha Anda secara detail (Sales forecast, analisa arus kas,etc). Setelah itu susun rencana pemasaran yang akan Anda lakukan untuk memasarkan usaha Anda tersebut.
4. Skala Bertahap
Mulailah bisnis dengan skala bertahap, mulai dari usaha skala yang kecil sehingga anda terhindar dari pengeluaran yang membengkak dan kerugian awal. Aturlah pengeluaran dengan seiring bertambahnya pendapatan. Aturlah skala bertahap ini dalam perencanaan.
5. Teknologi dan Networking
Gunakan teknologi dan networking yang luas dalam memajukan usaha anda. Hal ini juga tercantum dalam business plan. Inovasi produk, strategy marketing dapat anda gunakan dengan memanfaatkan teknologi. Anda juga dapat bergabung dengan komunitas yang terkait dengan jenis usaha Anda. Hal ini dapat Anda lakukan sebelum Anda memulai usaha sendiri, sehingga pada saat Anda mulai memasarkan produk/jasa yang Anda tawarkan, Anda telah memiliki networking yang luas.
5. Kompetitor
Satu lagi yang harus Anda perhatikan, pantau aktivitas saingan bisnis sebagai patokan dalam meningkatkan bisnis Anda.

Semoga sukses.

follow twitter @hardyminhard

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: