Berkuasa Atas Waktu Vs Waktu Berkuasa Atas Kita

WaktuSejak manusia lahir, tanpa dihitung, waktu akan terus bergulir memakan usia hidupnya. Mungkin saat kecil kita merayakan hari ulang tahun dan menyanyikan lagu panjang umurnya yang sebenarnya umur seseorang tambah hari justru tambah pendek. Seiring usia bertambah, maka seiring pula usia semakin pendek. Namun cobalah berpikir apakah waktu yang telah berlalu, dimana kita semakin bertambah umur, semakin tua, apakah yang telah kita kerjakan. Sudahkan kita menghargai waktu-waktu yang terlah berlalu.

Lalu kenapa kita harus menghargai waktu, karena waktu kemarin yang telah kita nikmati takkan terulang lagi pada hari ini, sementara besok kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Tanpa sadar, terkadang kita juga merasakan bahwa hari-hari berlalu begitu saja, bahkan seolah tanpa ada perubahan, semua monoton, bangun pagi, baca koran, pergi kerja dengan kemacetan, bekerja, makan siang, pulang dengan kemacetan lagi, nonton televisi dan atau langsung tidur, atau kegiatan lain yang sama dan begitu seterusnya sehingga tak jarang kita merasa melewati keadaan yang sama dari waktu ke waktu. Jika itu yang kita rasakan, sebenarnya kita sedang terjebak dalam rutinitas keseharian yang menjemukan. Dan bila itu dibiarkan terus menerus, maka sebenarnya kita sudah termasuk orang yang merugi. Karena itu sudah saatnya kita memperbaiki diri untuk menghargai waktu dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas kemampuan dengan mengisi hari agar jauh lebih berarti.

Disamping itu ada satu hal yang pasti di dunia ini, bahwa setiap yang hidup, akan menuju ke kematian. Entah besok,lusa, atau suatu saat nanti. Kematian akan datang tanpa bisa ditunda lagi. Jika sudah saatnya tiba, tak kan ada satu pun yang bisa mencegah kita dari maut yang menjemput. Sebab, kematian adalah hak mutlak Yang Kuasa. karenanya, sungguh beruntung orang yang bisa memanfaatkan waktu sebelum mati, untuk berbuat yang terbaik dalam hidupnya.

Anda tentu masih ingat Benjamin Franklin, Seorang pemimpin revolusi Amerika sekaligus salah seorang dari Founding Fathers berdirinya negara Amerika Serikat. Cerita yang sangat inspiratif ini ada dalam bab yang berjudul “Franklin’s Lesson on Time Value”.

Suatu ketika, ketika ada seorang pengunjung yang ingin membeli di toko bukunya di Philadelphia, namun tidak puas dengan harga buku yang disebutkan sang kasir. Ia pun ingin menemui sang pemilik toko.
“Pak Franklin sedang sibuk di ruang pers” kata sang kasir.
Tapi, sang pembeli yang sudah lama membolak balik isi buku terebut masih tetap ingin bertemu Franklin.
Karena mendengar suara panggilan sang kasir, Franklin pun segera keluar dari belakang toko dan bergegas menemui sang pembeli.
“Berapa harga terendah yang bisa Anda beri, pak?” kata sang pembeli sambil memegang buku tersebut.
“Satu dolar 25 sen” jawab Franklin.
“Satu dolar 25 sen? Tapi baru saja kasir Anda menawarkan saya satu dolar!”
“Benar.” jawab Franklin. “Dan saya tadi lebih baik mendapat satu dolar daripada meninggalkan pekerjaan saya.” lanjutnya.
Sang pembeli mengira bahwa Franklin bercanda, dan ia berkata “Ayolah, berapa harga termurah untuk buku ini?”
“Satu dolar 50 sen” jawab Franklin.
“Tapi Anda baru saja menawarkan 1 dolar 25 sen!”
“Benar, dan saya tadi bisa saja menerima 1 dolar 25 sen daripada 1 dolar 50 sen sekarang.”
Tanpa sepatah kata pun, sang pembeli yang kecewa kemudian membayar buku tersebut dan keluar dari toko. Ia baru saja belajar bahwa orang yang membuang waktunya adalah orang bodoh, dan orang yang membuang waktu orang lain adalah pencuri.

Itulah salah satu sebab mengapa Benjamin Franklin adalah salah satu orang yang paling berpengaruh di dunia. Ia sangat menghargai waktu.

Bahkan, ia pernah mengatakan…
“Apakah Anda mencintai hidup Anda?”
“Jika ya, maka jangan menyia-nyiakan waktu, karena dari hal tersebut lah hidup Anda dibuat”
Selain karena Franklin adalah negarawan handal, mungkin karena itul juga lah gambar wajahnya ada di uang kertas US $100…

Cobalah kita buat hitungan berapa wktu yang terbuang apabila anda hidup selama 80 tahun:

1. Tidur                                                           = 26,5 tahun

2. Makan                                                        = 6,5 tahun

3. Bekerja/ Sekolah                                       = 18,5 tahun

4. Nonton / bermain (bila 3 jam per hari) = 10 tahun

5. Jalan-jalan/ rekreasi/ santai                     = 4,5 tahun

6. Mandi/ berdandan                                    = 3,5 tahun

7. Ibadah                                                         = 1 tahun

Ternyata kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan tidur dan bekerja/ sekolah

Apakah yang kita hasilkan?

Berikut beberapa tips agar Anda, para single, tidak stres dengan waktu yang Anda miliki :

1. Buatlah prioritas. Tanpa menerapkan skala prioritas, mustahil Anda dapat menjalani semua peran Anda dengan baik. Urutkanlah mana-mana yang harus didahulukan dan mana bisa dilakukan di pekan mendatang.

2. Disiplinkan Diri. Setelah Anda membuat skala prioritas, maka langkah kedua yang perlu Anda ambil adalah mendisiplinkan diri. Anda tidak boleh keluar dari apa yang sudah Anda catatkan. Toleransi terhadap waktu akan membuat waktu-waktu Anda bagi hal lain akan berkurang. Menrapkan disiplin akan membuat kultur dalam kehidupan anda sebagai gaya hidup.

3. Persiapan, sebelum melakukan aktifitas. Bila anda janjian jam 9 pagi cobalah atur waktu anda mulai dari bangun tidur, mandi, ganti baju, hingga waktu tempuh ke tempat yang dituju. Maka anda akan tepat waktu.

4. Cari tahu kapan tepatnya energi Anda berada di level rendah, sedang, atau tinggi. Setiap orang memiliki ‘jam’ berbeda. Ada yang energinya tinggi di saat subuh, tapi ada juga baru ‘on’ saat tengah malam. Alokasikan pekerjaan Anda dengan tingkat kesulitan masing-masing di level yang tepat. Contohnya, pekerjaan membutuhkan kreativitas tinggi dilakukan pada pukul 10 – 12 (jika inilah saatnya energi Anda berada di level tertinggi).

5. Kenali grafik kesibukan dalam hitungan waktu. Misalnya, penyerahan laporan kerja selalu berada di akhir bulan sehingga beban pekerjaan lebih berat di minggu ketiga atau keempat. Atau, sebagai dosen, kesibukan akan menumpuk di saat tertentu, contohnya ketika ujian. Sebaliknya, waktu Anda akan longgar di waktu tertentu.

6. Jangan Menunda Pekerjaan atau kegiatan yang seharusnya selesai sesuai waktunya. Anda tidak akan menduga apabila waktu berikutnya, pekerjaan dan aktifitas akan menumpuk, sehingga anda akan kesulitan membagi waktu penyelesaian setiap pekerjaan dan aktifitas tersebut.

7. Bawalah jam tangan atau buat alarm di ponsel kemana pun Anda pergi. Begitu Anda menjalani apa yang Anda harus kerjakan, sebagai pengingat kenakanlah jam tangan atau bawalah ponsel dengan terlebih dahulu membuat alarm kegiatan Anda selama satu hari ini maupun di satu pekan mendatang.

 

Sungguh, hidup ini akan jauh lebih berarti jika kita bisa menghargai waktu dengan memberikan kemampuan terbaik untuk menghasilkan prestasi-prestasi yang berguna bagi diri sendiri, maupun bagi orang lain. Kembangkan potensi diri untuk bermanfaat bagi orang lain.
Maka, dalam setiap kesempatan yang ada, di saat waktu masih tersisa, kita dedikasikan diri untuk selalu melakukan yang terbaik, bagi diri sendiri, maupun orang lain. Dengan mampu bertanggung jawab atas kehidupan sendiri, terlebih jika bermanfaat bagi orang lain, niscaya, tiap hari yang kita jalani dapat menjadi hari yang penuh gairah, optimis, dan dinamis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: