Berapa Harga Waktu Anda?

time-is-money1Kita semua pasti sudah bosan, mendengar istilah “time is money”. Tetapi, memang itulah kenyataannya. Seperti tulisan saya waktu lalu bahwa manusia tanpa sadar telah berubah menjadi robot. Nah, barangkali tulisan ini juga berkaitan dengan tulisan sebelumnya.

Mereka membiarkan dirinya menjadi robot karena mereka belum memberi harga waktu mereka. Berapa harga waktu anda? Kita harus mampu memberi harga waktu kita. Kita tidak menghargai waktu karena kita tidak tahu berapa harga waktu tersebut. Misalnya saja, sebagai seorang pembicara publik seorang Bong Chandra menetapkan tarif Rp. 20 juta untuk durasi 2 jam. Berarti harga satu jamnya adalah Rp. 10 juta. Jadi, jika beliau terlambat bangun 1 jam saja, berarti beliau telah kehilangan uang Rp. 10 juta. Begitulah kira-kira cara kita menghargai waktu kita.

Harga waktu yang telah kita tetapkan akan membuat kita lebih menghargai waktu. Sebagai contoh sederhana adalah ketika kita naik taksi. Apa yang terjadi ketika kita berada dalam taksi dan terjebak macet selama perjalanan? Argo tidak pernah berkompromi bukan? Anda terus melihat harga dalam argo yang terus meningkat. Dalam keadaan seperti ini kita baru menyadari betapa berharganya waktu itu. Setiap menit yang berlalu karena kemacetan, setiap menit pula harga argo anda meningkat.

Bagaimana memberi harga waktu

Terus, bagaimana kah cara kita menghargai waktu? Berapa banyak waktu yang kita buang saat ini? Coba bayangkan seorang karyawan yang menghabiskan waktunya di jalan. Di kota seperti jakarta rata-rata seorang karyawan memerlukan waktu 1-2 jam untuk sampai ke tempat kerja dan memerlukan waktu yang sama pula untuk pulang ke rumah. Jadi, rata-rata seorang karyawan telah membuang waktu 3 jam dalam perjalanan. Artinya 60 jam dalam sebulan (dengan rata-rata jam kerja 20 jam perbulan), artinya 720 jam pertahun, dan jika and sudah bekerja selama 20 tahun maka waktu yang anda buang adalah 14.400 jam.

Tetapkan saja berapa harga waktu anda. Misalnya berapa harga 1 jam anda? meskipun saat ini harga waktu yang anda tetapkan belum bisa mewakili apa yang anda hasilkan. Misalnya anda memberi harga waktu anda 1 jam adalah Rp. 100 ribu. Sedangkan penghasilan anda tidak sejumlah itu, tidak masalah. Berapa pun gaji anda, yang penting anda telah memberi harga. Dengan begitu anda lebih menghargai waktu dan tidak akan sudi kehilangan waktu Percayalah!

Ternyata memang benar yang di katakan orang, Time is money. Kalimat itu menyatakan betapa berharganya waktu. Perkataan ini sudah berulang-ulang di sebutkan dalam artikel saya sebelumnya. Sebuah perkataan yang tidak salah dan telah disetujui oleh hampir seluruh umat manusia. Meskipun begitu, masih saja ada yang suka membuang-buang waktunya.

Tidak heran, jika masih banyak yang tidak menghargai waktu. Untuk itu, saya mengajak anda mulai hari ini hargailah waktu anda. Karena waktu itu benar-benar berharga. Kalau kita kehilangan waktu, dia tidak akan pernah kembali lagi, meskipun anda menangisinya. Kalau anda kehilangan uang, kalau dicari dia pun akan kembali lagi. Waktu adalah mata uang paling berharga.

Berikut cerita motivasi dari sebuah buku berjudul Stories from Life karangan Orison Swett Marden, pendiri Success Magazine. Cerita yang sangat inspiratif ini ada dalam bab yang berjudul “Franklin’s Lesson on Time Value”.
Suatu ketika, ketika ada seorang pengunjung yang ingin membeli di toko bukunya di Philadelphia, namun tidak puas dengan harga buku yang disebutkan sang kasir. Ia pun ingin menemui sang pemilik toko.
“Pak Franklin sedang sibuk di ruang pers” kata sang kasir.
Tapi, sang pembeli yang sudah lama membolak balik isi buku terebut masih tetap ingin bertemu Franklin.
Karena mendengar suara panggilan sang kasir, Franklin pun segera keluar dari belakang toko dan bergegas menemui sang pembeli.
“Berapa harga terendah yang bisa Anda beri, pak?” kata sang pembeli sambil memegang buku tersebut.
“Satu dolar 25 sen” jawab Franklin.
“Satu dolar 25 sen? Tapi baru saja kasir Anda menawarkan saya satu dolar!”
“Benar.” jawab Franklin. “Dan saya tadi lebih baik mendapat satu dolar daripada meninggalkan pekerjaan saya.” lanjutnya.
Sang pembeli mengira bahwa Franklin bercanda, dan ia berkata “Ayolah, berapa harga termurah untuk buku ini?”
“Satu dolar 50 sen” jawab Franklin.
“Tapi Anda baru saja menawarkan 1 dolar 25 sen!”
“Benar, dan saya tadi bisa saja menerima 1 dolar 25 sen daripada 1 dolar 50 sen sekarang.”
Tanpa sepatah kata pun, sang pembeli yang kecewa kemudian membayar buku tersebut dan keluar dari toko. Ia baru saja belajar bahwa orang yang membuang waktunya adalah orang bodoh, dan orang yang membuang waktu orang lain adalah pencuri.
Itulah salah satu sebab mengapa Benjamin Franklin adalah salah satu orang yang paling berpengaruh di dunia. Ia sangat menghargai waktu.
Bahkan, ia pernah mengatakan…
“Apakah Anda mencintai hidup Anda?”
“Jika ya, maka jangan menyia-nyiakan waktu, karena dari hal tersebut lah hidup Anda dibuat”
Selain karena Franklin adalah negarawan handal, mungkin karena itul juga lah gambar wajahnya ada di uang kertas US $100…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: