Minum Jus Buah Picu Diabetes

DI negara berkembang, diabetes mengalami jumlah peningkatan yang singnifikan. Tak heran, bila Indonesia sebagai salah satu negara berkembang juga memiliki angka pasien diabetes yang cukup tinggi. “Diabetes disebut penyakit pembunuh darah. Sekali menderita diabetes, bisa kena penyakit pembuluh darah di mana pun. Pembuluh darah kecil yang paling banyak ada di ginjal dan mata,” kata Dr Antono Sutandar, Sp.JP, FACC, FSCAI, FAMS, FIHA dalam acara forum media yang diadakan Siloam Hospitals di Le Seminyak, Pacific Place, Jakarta, Kamis (24/6/2010).

Dr Antono mengungkapkan, satu dibanding tiga orang Indonesia mengalami pra-diabetes. Sedangkan untuk di Amerika, orang yang mengidap pra-diabetes mencapai 40 sampai 50 persen dari jumlah penduduk. Penyebab terjangkitnya diabetes, salah satunya berasal dari makanan. Memang tak dapat ditampik, bahwa lidah orang Indonesia lekat dengan makanan berbasis manis dan berbahan dasar tepung terigu, yang mana pola makan seperti ini adalah pemasok terbesar tubuh mudah terjangkit diabetes. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi jus buah dibandingkan makan buahnya langsung bisa menjadi salah satu pemicu diabetes menyerang kita.

“Dan, yang merusak pasaran adalah jus buah. Waktu kita makan buah, perut kita yang ngejus. Waktu perut ngejus, dia sudah buang kalori 20 sampai 40 kalori dibuat untuk ngejus. Sedangkan kalau jus buah, perut kita gak ngejus,” papar Dr Antono.

Padahal, dengan memakan buah secara langsung, maka tubuh akan memproduksi insulin lebih rendah. Apa pasal?

“Karbohidrat di dalam buah itu akan melepaskan pelan-pelan. Sehingga gula yang masuk ke dalam darah akan pelan-pelan masuk. Ketika dia masuk ke darah, tubuh perlu produksi insulin. Waktu tubuh produksi insulin, gula darah diturunkan. Tapi kebutuhan insulin itu seberapa cepat makanan di absorsi oleh tubuh. Makan jus buah, kebutuhan insulin lebih tinggi daripada makan buah,” jelas Dr Antono.

Penyakit diabetes merupakan suatu kelainan metabolik kronis yang disebabkan oleh kekurangan produksi insulin atau menurunnya sensitivitas reseptor insulin. Insulin itu sendiri adalah sejenis hormon anabolik yang diproduksi oleh sel beta di pulau langerhans pankreas. Lantas apa kaitannya dengan kebiasaan mengonsumsi makanan manis (termasuk gula pasir) dan makanan berbasis tepung terigu?

“Semakin banyak kita makan karbohidrat yang sudah diproses, semakin tinggi kebutuhan insulin. Sampai suatu saat tubuh tidak bisa memproduksi insulin lebih banyak lagi. Itu saat terjadi diabetes. Waktu kadar insulin sudah naik, dan tidak dapat memproduksi lebih banyak, maka terjadinya diabetes,” tandas Dr Antono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: