Hati-hati Aksi ‘Bule’ Pencari Cinta di Facebook

Aksi bule pencari cinta di dunia maya yang menjerat kaum Hawa negeri kita bukan barang baru di negeri belahan Amerika bagian utara dan Eropa barat. Mayoritas pelakunya terdeteksi dari Nigeria, sehingga kejahatan ini terkenal dengan nama Nigerian Sweetheart Scam. Pelaku yang berkulit hitam ini, memalsukan identitas dengan menyebut dirinya sebagai orang kulit putih dari negeri Eropa atau AS. Mereka memasang foto yang menarik hati, yang rata-rata dicomot dari website modeling dari seantero dunia. Dengan bekal foto yang ganteng dan kata-kata manis lewat chatting atau email, perempuan mana yang tidak akan terlena?Banyaknya korban kejahatan berkedok cinta ini, bahkan membuat Oprah Winfrey mengudarakan tema ini dalam Oprah Show pada 2007 silam.

Website perkenalan muda-mudi/situs jodoh di luar negeri, rata-rata telah memasang peringatan atas kejahatan cinta ini. Banyak juga yang menyertakan kisah cinta para korbannya, sebagai upaya untuk mengerem laju calon korban.

Pelaku kejahatan ini akan meminta korbannya yang telah naksir/jatuh cinta pada mereka untuk mengirim uang untuk kepentingan studi, keluarga yang sakit, bisnis, dan banyak lagi alasan gombal.

“Mereka biasanya beroperasi dengan skema: penipu mengupload foto palsu yang atraktif, mayoritas kasus foto berkulit putih. Mereka berpura-pura sebagai orang asing yang bekerja di Nigeria atau Ghana (biasanya mereka mengaku asli AS dan Inggris, tapi bisa juga Kanada, Australia, dan negara Eropa lainnya,” demikian peringatan di situs kencan asing, Dating More.

“Harap diingat: orang kulit putih di Nigeria atau Grana yang berhubungan dengan Anda lewat situs kencan atau situs jejaring sosial selama 100 persen penipuan. Tidak ada perkecualian. Tidak ada insinyur kulit putih atau model wanita yang terjebak di sana. Itu selalu penipuan. Jika Anda seketika menghentikan berhubungan dengan mereka, maka Anda akan selamat.”

Pria bule penjahat cinta tidak hanya sekali menipu korban incarannya. Jika sekali saja korbannya mau mengirimkan uang, pria tersebut tidak akan sungkan untuk meminta lebih banyak lagi, lagi dan lagi.

Pengalaman itulah yang menimpa Risa, salah satu pembaca detikcom yang mencurahkan perasaanya ke detikcom, Selasa (31/8/2010). Risa telah kehilangan lebih dari US$ 2.500 atau sekitar Rp 23 juta.

“Saya pernah punya pengalaman dengan bule yang bernama Richard Kennethson (xwyte2002@yahoo.co.uk / +447035971670). Dia mengaku duda dengan 2 anak dan tinggal di Bedfordshire. Saya menerima message dari dia di situs myyearbook.com,” kata Risa.

Richard gencar merayu Risa melalui email hingga chatting di Yahoo Messenger (YM). Pria yang mengaku dari Inggris itu berjanji akan mengunjungi Risa di Indonesia.

“Tetapi kemudian dia mengatakan kalau mendapatkan tugas ke Nigeria selama 7 minggu. Selama dia berada di sana, kami tetap kontak melalui YM. Dia juga memberikan no. teleponnya : +2348055219774. Kemudian dia mengirimkan copy e-tiket ke Jakarta pada tanggal 27/5/2009,” katanya.

Namun dua minggu sebelum tanggal keberangkatan ke Indonesia, Richard mengaku ditawari pekerjaan oleh pemerintah Nigeria dengan kontrak kerja US$ 180.000. Tetapi kemudian dia mengatakan ada kendala waktu mengesahkan kontrak tersebut ke Kedutaan Inggris, karena dia harus membayar fee sebesar US$ 1.700.

“Jika kontrak tersebut sudah disahkan maka pemerintah akan memberikan DP sebesar US$ 180.000. Kemudian saya diminta untuk mengirim uang itu (US$ 1.700),” katanya.

Karena sudah percaya, Risa lantas mengirim uang itu melalui Western Union (WU) ke Nigeria. Namun penipuan belum selesai, Risa kembali diminta mengirim uang US$ 800 untuk keperluan kontrak tersebut.

“Lagi-lagi saya mengirimkan uang itu melalui WU,” kata Risa.

Saat itu, Risa masih belum menyadari dirinya sedang diperas oleh pria yang mengaku bule itu. Risa baru ngeh dirinya tertipu ketika satu hari sebelum hari keberangkatannya ke Indonesia, Richard tidak muncul di YM.

Baru di hari H, Richard muncul di YM untuk mengatakan, penerbangannya harus ditunda karena masih ada urusan terkait kontrak. Richard mengaku membutuhkan uang US$ 600 lagi untuk mencairkan cek US$ 180.000 dari pemerintah Nigeria.

“Kali ini saya tidak mau mengirimkan uang karena saya mulai menyadari kalau saya telah ditipu. 2 minggu setelah dia minta uang terakhir kalinya, dia masih sempat menyapa di YM tapi kebetulan saya tidak sempat membalas dan sejak saat itu dia tidak pernah muncul lagi,” cerita Risa.

Risa mencoba mengirim email ke Richard. Namun hingga kini tidak ada balasan. “Telepon juga tidak diangkat,” kata Risa.

Seperti perempuan lainnya yang menjadi korban, Risa juga tidak ingin ada korban lagi. Risa kini sudah mengikhlaskan uang tersebut, namun dia mengaku penasaran dengan sosok Richard yang telah menguras hartanya itu.

“Apakah dia termasuk salah satu anggota penipu itu ataukah dia ‘bekerja’ sendiri dengan modus yang berbeda? Saya benar-benar penasaran,” kata Risa.

Lain halnya dengan Jenice, bukan nama sebenarnya. Gadis itu harus kehilangan Rp 14 juta karena jatuh hati terhadap pria bule bernama Williams Jones.

Kepada Jenice, pria yang mengaku tinggal di Manchaster, Inggris, itu berprofesi sebagai insinyur. Willy, demikian pria itu ingin disapa, merupakan duda dengan satu anak.

“Dia itu mengaku duda satu anak. Dia bilang, sangat sayang sama anak-anak,” kata Jenice saat berbincang dengan detikcom, Selasa (31/8/2010).

Jenice mengatakan, perkenalannya dengan Willy dimulai saat dirinya bergabung ke jejaring sosial Tagged.com, Juli lalu. Saat itu, Willy mengiriminya sebuah email dan mengajak berkenalan.

“Setelah aku gabung di Tagged, banyak email yang masuk mengajak kenalan.
Semuanya sudah kubalas, tapi Si Willy ini kok terus menerus reply emailnya.
Akhirnya kami saling berbalas email, termasuk tukar menukar foto,” cerita
Jenice.

Setelah kurang lebih seminggu saling berbalas surat elektronik, Jenice dan Willy pun saling bertukar ID Yahoo Messenger (YM). Melalui chatting ini, Willy semakin gencar merayu Jenice. Sementara, Jenice yang memang single, membuka hatinya untuk Willy.

“Dia itu manggil aku honey, dia juga cerita soal kehidupan cintanya yang disakiti perempuan. Aku jadi terharu dengernya,” kata Jenice.

Kurang lebih dua minggu keduanya intensif berchatting ria, Willy mulai melancarkan aksinya. Willy mengatakan akan berbelanja untuk Jenice, perempuan yang selalu disebutnya sebagai orang spesial di hidupnya.

“Dia bilang, katanya mau belanja sama ibunya. Dia juga bilang mau sekalian
belanja buat aku,” katanya.

Jenice mengaku sempat menolak apa yang akan diberikan Willy itu. Namun dengan kata-kata romantis, Jenice akhirnya tak kuasa menolaknya.

“Saya kan tanya, buat apa barang-barang itu? Nggak usah. Tapi dia bilang, kamu kan orang spesialku, jadi nggak apa-apa. Terus aku mikir, ya kan dia yang mau ngasih, aku nggak minta,” kata Jenice.

Keesokan harinya, Willy mengatakan paket untuk Jenice yang berisi perhiasan,
laptop, bunga, dan uang segera dikirim. Willy mengatakan, uang yang diselipkan di laptop itu akan digunakannya saat berlibur ke Indonesia akhir tahun nanti.

Jenice hanya diam saja saat Willy mengatakan soal paket itu. Jenice mengaku
tidak silau oleh barang-barang yang disebutkan Willy. “Saya sama sekali tidak tertarik dengan barang-barang itu, tapi saya sudah percaya sama dia,” katanya.

Sekitar 3 hari setelah Willy mengatakan mengirim paketnya, Jenice ditelepon oleh seorang perempuan yang mengaku bernama Zarina. Perempuan berlogat melayu kental itu mengaku dari perusahaan kargo, tempat Willy mengirim paketnya.

“Dia bilang, paket untuk saya itu berisi barang mewah, jadi perlu pajak agar
barangnya bisa dikirimkan. Pajaknya Rp 14 juta,” kata Jenice menirukan Zarina.

Mendengar jumlah yang tidak sedikit itu, Jenice terbelalak. Di dalam
rekeningnya, tidak ada uang sebesar itu. Namun Zarina berusaha meyakinkan Jenice agar mencari uang Rp 14 juta agar paket itu sampai kepadanya.

“Aku cerita sama teman, dan dia langsung bilang, ya sudah, ambil saja,” kata
Jenice. Teman inilah yang meminjamkan uang kepada Jenice untuk diberikan kepada Zarina.

Jenice mengatakan, uang Rp 14 juta itu dikirim melalaui Western Union (WU),
ditujukan kepada Siti Mustika, pimpinan kargo. Saat mengirim, Zarina tidak
memberitahu alamat lengkap Siti Mustika atau perusahaan kargo tersebut.

“Dia cuma bilang Siti Mustika di Kuala Lumpur,” kata Jenice.

Tak lama setelah Jenice mengirim uang, Zarina kembali menelepon Jenice. Zarina meminta kode dari WU yang akan digunakan Siti Mustika untuk mengambil uang kiriman Jenice. Zarina juga mengatakan, paket saya kini berada di tangan Mr. Robinson yang akan segera dikirimkan ke Indonesia.

Keesokan harinya, seseorang yang mengaku bermana Robinson memang menghubungi
Jenice. Namun Robinson bukannya ingin mengirimkan paket Jenice. Robinson malah meminta uang sekitar Rp 17 juta kepada Jenice.

“Dia bilang, paket saya itu ada uang sangat banyak, jadi dia minta saya bayar agar paket itu bisa dikirim. Menurut Robinson, jika tidak dibayar, paket itu tidak bisa masuk ke Indonesia karena bisa dikira sebagai dana teroris,” cerita Jenice.

Kepada Robinson, Jenice mengaku tidak memiliki uang lagi. Bahkan Jenice meminta agar Robinson menghubungi Willy untuk urusan pembayaran itu. “Saya bilang, telepon Pak Willy saja,” kata Jenice.

Jenice pun berusaha menghubungi Willy. Namun Willy malah memintanya untuk
mencari uang untuk membayar biaya tersebut. “Dia malah bilang, coba ditawar saja minta diturunkan,” cerita Jenice.

Saat itulah, Jenice menyadari dirinya sedang menjadi target penipuan. Apalagi seorang temannya memberitahu soal adanya penipuan yang modusnya mirip seperti yang dilakukan Willy. “Dia itu teman yang waktu itu bilang ambil saja paketnya,” kata Jenice.

Selama ini, Jenice tidak menaruh curiga sedikitpun. Perbincangan dengan Willy berjalan sangat normal dan tidak ada yang mencurigakan. Lagipula, perilaku Willy saat chatting juga terlihat seperti orang yang memiliki kesibukan. Willy juga sempat menghubunginya melalui telepon dengan kode negara Inggris. Semua itu membuat Jenice percaya pada pria itu.

“Waktu chatting, dia itu kelihatan sibuk kerja. Misalnya dia bilang, sorry ya, lagi ada tamu sebentar. Baru nanti balik lagi untuk chatting. Ngomong bahasa Inggrisnya juga british banget,” kata Jenice.

Namun saat itu, uang Rp 14 juta yang dipinjamnya dari seorang teman sudah
melayang. Jenice mengaku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Jenice hanya berharap, tidak ada lagi perempuan yang tertipu oleh orang-orang seperti Willy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,879 other followers

%d bloggers like this: